Icon

PT. WAN Teknologi Internasional

Dilihat: 366x

Node js

Sejarah Node.js:
- Node.js dikembangkan oleh Ryan Dahl pada tahun 2009. Ide awalnya adalah menciptakan platform server yang dapat menjalankan JavaScript di sisi server. Dahl menggunakan mesin JavaScript Chrome V8 untuk membangun runtime JavaScript yang cepat dan efisien.
- Node.js awalnya dirilis sebagai proyek open-source dan mendapatkan popularitas dengan cepat. Pada tahun 2010, Joyent, sebuah perusahaan cloud computing, mengambil alih pengembangan dan dukungan komersial untuk Node.js.
- Sejak itu, Node.js telah mengalami pertumbuhan yang pesat dan menjadi salah satu platform pengembangan server-side yang paling populer dan diadopsi secara luas di seluruh dunia.

Manfaat Node.js:
1. Single-Threaded, Non-Blocking I/O: Node.js menggunakan model event-driven dan non-blocking I/O yang memungkinkan server untuk menangani banyak koneksi secara efisien dengan satu proses tunggal. Hal ini membuat Node.js sangat cocok untuk aplikasi real-time yang membutuhkan kinerja tinggi dan responsif, seperti aplikasi chat, streaming, dan aplikasi web real-time.
2. Skalabilitas: Dengan arsitektur non-blocking dan model event-driven, Node.js dapat menangani banyak permintaan secara bersamaan dengan penggunaan sumber daya yang efisien. Ini membuatnya mudah untuk mengukur dan memperluas kapasitas aplikasi Node.js dengan menambahkan lebih banyak server atau menggunakan teknik load balancing.
3. Kode Sama di Sisi Klien dan Server: Node.js memungkinkan pengembang menggunakan bahasa JavaScript untuk mengembangkan baik sisi klien (front-end) maupun sisi server (back-end) dari aplikasi web. Dengan menggunakan JavaScript di kedua sisi, pengembang dapat memanfaatkan kode yang sama dan berbagi logika bisnis antara klien dan server, yang dapat mempercepat proses pengembangan.

Konsultasi Sekarang